Pepes Ikan Cakalang: Kelezatan Khas Pulau Mangudu yang Mendunia di Tahun 2025
Pepes ikan cakalang dari Pulau Mangudu kini jadi primadona kuliner global di 2025. Simak sejarah, keunikan, dan tempat terbaik menikmatinya.

Fakta Kunci
- Pepes cakalang Pulau Mangudu masuk daftar '50 Makanan Tradisional Terbaik Dunia 2025' oleh UNESCO
- Bahan utama: ikan cakalang segar hasil tangkapan nelayan lokal dengan rempah endemik seperti daun sirih hutan
- Dijual mulai Rp25.000–Rp50.000 per porsi di warung tepi pantai hingga restoran mewah
- Festival Pepes Cakalang digelar setiap Agustus sejak 2024, jadi agenda wisata kuliner internasional
- Teknik pembungkusan daun pisang khas Mangudu berbeda dengan daerah lain – lebih rapat dan berbentuk kerucut
Dari Dapur Nelayan ke Panggung Dunia
Aroma harum daun pisang panggang menyambut pengunjung Dermaga Lama Pulau Mangudu setiap pagi. Di sini, sejak 2025, turis mancanegara antre di warung-warung sederhana untuk mencicipi pepes cakalang yang baru diangkat dari perapian. Masakan tradisional ini mendadak jadi perbincangan setelah chef Prancis, Antoine Beauvilliers, memujinya dalam acara 'Taste the Archipelago' di NET TV awal tahun ini. "Bumbunya seperti orkestra rempah yang harmonis," katanya saat mencicipi versi pedas di Warung Mak Cim. Kini, 3 dari 10 kapal pesiar mewah yang melintasi Nusantara menjadikan Mangudu sebagai destinasi wajib untuk culinary stopover.
Rahasia di Balik Daun Pisang
Yang membedakan pepes Mangudu dengan daerah lain adalah penggunaan daun pisang dari varietas lokal yang hanya tumbuh di lereng Gunung Api Purba. Daun ini lebih tebal dan beraroma mint alami setelah dipanggang. Ibu Surti (57), salah satu penjual legendaris di Pasar Ikan Timur, menjelaskan: "Kami masih pakai teknik nenek moyang – ikan harus dibungkus saat masih hidup bersama bumbu, baru kemudian dimatikan. Ini membuat daging lebih kenyal." Rempah utamanya adalah cabe gendot khas Mangudu yang ditanam tanpa pupuk kimia, memberikan sensasi pedas yang langsung hilang. Sejak 2026, beberapa restoran di Singapura mulai mengimpor bahan-bahan ini secara khusus.
Wisata Kuliner yang Bertanggung Jawab
Kepopuleran pepes cakalang mendorong Pemerintah Daerah menerbitkan Peraturan No. 12/2025 tentang Penangkapan Ikan Berkelanjutan. "Kami tak ingin seperti daerah lain yang kehabisan stok ikan karena permintaan pasar," tegas Kepala Dinas Kelautan, Irwan Syafputra. Kini setiap warung wajib mencantumkan QR Code yang bisa dipindai untuk melacak asal ikan. Bagi wisatawan, cobalah paket "Pepes Journey" yang ditawarkan Homestay Bajo – mulai dari memancing pagi hari, belajar membungkus ala warga Bajo, hingga menikmati hasilnya di gubuk tepi pantai. Harga paket mulai Rp350.000 sudah termasuk donasi untuk pelestarian terumbu karang.
Cuplikan Video
Orang Juga Bertanya
Di mana tempat terbaik mencicipi pepes cakalang asli Mangudu?
Warung Mak Cim di Dermaga Lama buka sejak pukul 06.00 dengan ikan hasil tangkapan dini hari. Untuk suasana lebih nyaman, Restoran Cakalang 21 di Jalan Pelabuhan menyajikan versi modern dengan sentuhan fine dining.
Apa yang membuat pepes Mangudu berbeda dengan Manado atau Sunda?
Perbedaan utama pada penggunaan daun pisang khas dan teknik pembungkusan. Pepes Mangudu juga tidak memakai kemangi, melainkan daun sirih hutan yang memberi aroma khas.
Bisakah membawa pepes cakalang sebagai oleh-oleh?
Beberapa warung seperti Toko Oleh-Oleh Sari Laut menyediakan pepes vakum yang tahan 3 hari. Namun disarankan menikmati langsung untuk rasa optimal.
Apa agenda terbaru Festival Pepes Cakalang 2025?
Tahun ini akan ada kompetisi membungkus pepes tercepat dan kelas masterclass dari chef ternama. Acara puncak pada 17 Agustus dengan rekor dunia pembuatan pepes terpanjang (target 2025 meter).